Minggu, 21 Desember 2008

AKU SAYANG IBU, MUAAAH


“Besok hari ibu lho, Muthia” kataku semalam. Muthia anakku yang lagi asyik nonton VCD Snow White, langsung turun dari kursinya sambil nyengir. ”Kalo begitu ini hadiah untuk ibu,”. Mmmmuaaah, ia mencium pipi kanan kiriku. ”Aku sayang Ibu” ujarnya. Kubalas sun sayangnya dengan terharu. Hari Ibu memang sudah difamiliarkan oleh bu gurunya jauh-jauh hari. Seminggu sebelumnya ia bercerita kalau di kelas, ia dan teman-temannya diajak bu guru membuka celengen kelas. Muatan di dalamnya dibelanjakan sebagian untuk membeli souvenir buat ibu-ibu mereka tentu saja dalam rangka hari Ibu. ”Bu, ini aku pilihkan bros bunga untuk Ibu. Tadinya Bu guru memilihkan yang bentuk telor, tapi kata aku Ibu sudah punya.”celotehnya sambil menyerahkan bungkusan kecil berisi bros cantik. ”Pokoknya besok Ibu harus pake ke kantor ya.” Aku mengangguk mengiyakan. Surprais banget rasanya. Seolah baru tahun ini aku merasakan Hari Ibu. Biasanya sambil lalu saja, Ohya 22 Desember itu hari Ibu lho!. Tapi sekarang anakku yang berumur 4,5 tahun itu menghadiahi aku sesuatu di hari Ibu. Mudah-mudahan aku bisa menjadi Ibu yang baik untukmu, ya Nak, doakku dalam hati. Walaupun jika menatap matanya yang bening aku sering merasa berdosa. Meninggalkan raga kecilnya selama 5 hari kerja dalam hitungan 10 jam lebih. Kenapa engkau tega ’membiarkan’nya bermain sendiri? Berontak hatiku jika merasa bersalah. Bukankah harusnya kau menemaninya, menyuapi, meninabobokan di saat tidur siang, apalagi jika pas dia sakit?. Apakah kau sudah lupa bagaimana perjuangan selama mengandung dan melahirkannya?. Kenapa engkau tega meninggalkan jiwa raganya?. Ya Allah, aku titipkan Muthia anakku dalam dekapan-Mu, karena Engkau sajalah yang maha Pemelihara segala sesuatu, doaku setiap saat, di kendaraan, di jalan, di kantor. Aku memang bukan Ibu yang sempurna, tapi berilah aku kemampuan dan cara yang tepat untuk bisa selalu dekat denagan anakku dan dia selalu merasa butuh dan merindukanku

Tidak ada komentar: